Oleh: Eko Nur Widyantara (SMP N 3 Banguntapan)
Wajah kecil penuh senyum menghampiriku
Pakaian kusut rambut memerah
Daging menipis, menempel ikut kemana kau pergi
Tanganmu yang suci itu
Harus kau panjatkan dan kau buka
Karena kau tak mampu menahan
Suara perutmu yang harus kau hentikan
Padahal yang ku tahu
Engkau dekat ibumu, lalu kemana ibumu?
Jalan itu tidak hina
Walaupun sepintas tak layak
Oh . . . . . tidak
Karena engkau juga menikmati hidupmu
Walaupun kepahitan menyertaimu
Kemanapun engkau melangkah
Itulah sementara sayang
Engkau ibarat bayi yang baru merangkak
Engkau harus lari kencang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar